Presiden Buka ICAAP
Jika kasus HIV/AIDS tidak tertangani dengan baik, kemungkinan akan terjadi kepunahan generasi atau lost generation di dunia. Karena saat ini saja sekitar 75 ribu orang telah tertular HIV per harinya.
NUSA DUA (Patroli Post) - Demikian ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pembukaan International Congress on AIDS in Asia and the Pasific (ICAAP) ke-9 di Lotus Ponds Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Minggu (9/8) malam.
Dia mengharapkan tiap tahunnya kasus HIV/AIDS dapat ditekan hingga 25 persen. Jika tidak ditangani, kemungkinan 2 tahun lagi sekitar 2 juta orang akan terinfeksi HIV/AIDS di Indonesia. Namun saat ini, lanjutnya, tak kurang 18 ribu orang penderita AIDS di Indonesia telah menjalani terapi anti retroviral (ARV) secara gratis. ‘’Untuk penanggulangan kasus ini, kita membutuhkan sekitar sepuluh juta dolar AS setiap tahunnya,’’ ujarnya.
Menurut SBY, melalui pengorganisasian yang baik maka penyebaran kasus ini dapat ditekan. Dia juga menambahkan, pemerintah tidak dapat menghadapi permasalahan ini sendiri tanpa dukungan semua komponen untuk menghadapinya.
Di tempat yang sama, duta penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia Ny. Ani Yudhoyono (ibu presiden) mengatakan, meskipun epidemi AIDS lebih mengarah kepada pekerja seks komersial dan pengguna narkoba suntik, namun penjangkauan layanan kesehatannya diharapkan lebih memperhatikan hak azasi manusia. ‘’Jangan ada lagi stigma dan diskriminasi kepada mereka,’’ tegasnya.
Sementara itu Ketua Pelaksana ICAAP Zubairi Djoerban mengatakan, kasus HIV/AIDS di dunia tiap tahun meningkat. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan di seluruh dunia, mulai pembagian kondom, klinik Voluntary Counselling Test (VCT) hingga terapi Anti Retro Viral (ARV). ‘’Namun masih ada stigma dan perlakuan diskriminasi yang dirasakan para orang dengan HIV AIDS atau ODHA,’’ sebutnya.
Dia berharap melalui kongres ini wawasan masyarakat dunia makin terbuka. Sehingga bisa menerima dan ikut berpartisipasi menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS.
Sedangkan President of the AIDS Society of Asia and the Pasific Myung-Hwan Cho mengharapkan kongres ini memberikan harapan baru bagi para ODHA di seluruh dunia.
JVR Prasada Rao, Direktur UNAIDS Asia Pasifik mengatakan selain masalah kemiskinan dan kelaparan, permasalahan AIDS menjadi ancaman di wilayah Asia Pasifik. Bagaimana mengatasinya, sebutnya, perlu upaya serius dari semua komponen. Khususnya dari sisi pendanaan. Karena itu, lanjutnya, pihaknya akan berupaya menggalang dana dari berbagai negara untuk menekan penyebaran kasus AIDS ini.
Kegiatan ICAAP ke-9 dilaksanakan 9-13 Agustus di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Kegiatan ini diikuti sekitar 4.000 orang delegasi dari 65 negara di Asia dan Pasifik, yang meliputi 51 negara di Asia dan 14 negara di Pasifik. Sementara itu, berdasarkan laporan UNAIDS/WHO tahun 2008, tercatat dua juta orang di dunia meninggal dunia akibat HIV/AIDS.
Saat ini setiap 15 detik setidaknya satu orang meninggal akibat penyakit AIDS. Di Indonesia saja, saat ini diperkirakan 270 ribu orang telah terinfeksi HIV dan hanya 10 persen diantaranya yang tercatat di Departemen Kesehatan. sud
Minggu, 09 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar