PATROLI POST

Kabar Terbaru dari Bali

Rabu, 20 Januari 2010

Nasib 500 PTT di Ujung Tanduk

Nasib 500 pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Pemkab Bangli kini berada di ujung tanduk. Pasalnya, dari isu yang santer berkembang belakangan ini, anggaran untuk masalah penggajian PTT itu dipangkas oleh Gubernur Bali.

BANGLI (Patroli Post) - Pemangkasan itu didilakuakn terkait verifikasi APBD Bangli tahun 2010. “Anggaran untuk 500 PTT dipangkas gubenur. Karenanya, dalam APBD 2010 untuk penggajian PTT tidak masuk,” ujar sumber terpecaya Patroli Post di Pemkab Bangli, Rabu (20/1) kemarin.
Dikatakan oleh sumber itu, PTT tersebut adalah pegawai yang diangkat pascakeluarnya PP 48. Dimana, dalam PP itu disebutkan tidak ada pengangkatan PTT baru, kecuali tenaga kesehatan seperti perawat, bidan dan dokter.
Sementara Bupati Bangli I Nengah Arnawa ketika dikonfirmasi, mengatakan tidak ada masalah terkait dengan verfikasi APBD Bangli dari Gubernur Bali, termasuk penganggaran gaji untuk PTT yang ada. “Kita hanya diingatkan untuk tidak menambah anggran bagi PTT,” ujar Arnawa
Di tempat terpisah anggota DPRD Bangli, IB Made Santosa juga mengatakan hal senada. Sejatinya tidak ada masalah terkait verifiasi Gubernur terkait APBD Bangli tahun 2010. “Yang saya tangkap saat itu yakni tidak diperbolehkannya menambah anggaran gaji untuk PTT. Jadi, logikanya jika ada penambahan itu, kan berati ada penambahan PTT. Yang jelas, hal tersebut dilarang sesuai PP No 48,” terang Santosa dari PNI-M ini.
Namun demikian, dewan asal Desa Demulih ini secara pribadi malah mendorong Pemkab Bangli agar berjuang ke pusat supaya PTT sebanyak 1.899 orang yang sebelumnya tidak masuk database bisa diangkat jadi PNS.
“Menurut PP 48, mereka itu dibenarkan. Kalau tidak diangkat jadi PNS, minimal kontrak mereka diperpanjang, karena mereka telah cukup lama mengabdi untuk Bangli,” ujarnya.
Bahkan dengan tegas dia tidak terima apa yang diungkapkan seorang oknum politisi Bangli, dimana jika dia kelak menjadi bupati akan memangkas PTT.
“Menjadi PTT adalah sumber penghidupan mereka, lantas bagaimana nasib mereka jika dipangkas atau diputus di tengah jalan,” demikian Santosa. sam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar