Soal Maraknya Kasus Pembobolan Dana Nasabah
Meski korban terus berjatuhan dengan jumlah nominal yang tidak tanggung-tanggung, namun aksi pembobolan dana nasabah sejumlah bank di Bali, dianggap biasa saja oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. DENPASAR (Patroli Post) - Menurutnya, kejadian itu merupakan kejahatan yang telah lama ada dan bukan barang istimewa. ”Kejahatan itu (pembobolan dana nasabah, red) sudah biasa. Kasus seperti ini sudah lama terjadi,” kata Pastika, saat dihubungi koran ini, Jumat (22/1) lalu di sela-sela Rapat Kerja Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin).
Lebih jauh dikatakan mantan Kapolda Bali ini, sejak dirinya masih aktif di Polri, kejahatan pembobolan rekening nasabah sudah seringkali terjadi. Bahkan, kata dia, dirinya sempat menangani kasus tersebut. ”Tapi berhasil kita ungkap,” jawabnya, tanpa merinci lebih lanjut.
Kendati mengaku itu hal biasa, Pastika mengatakan optimis kejahatan tersebut akan terungkap tuntas. Terlebih, kejahatan tersebut pernah terjadi sebelumnya, dan terulang di beberapa daerah. ”Saya optimis itu akan terungkap,” tegas mantan Kalakar BNN ini.
Menurutnya, kejahatan ini merupakan modus yang lama dalam bingkai kejahatan dunia internet (cyber crime). Untuk itu, lajut dia, dibutuhkan keterampilan khusus untuk mengungkap modus operandi para pembobol bank tersebut.
Sebelumnya, dalam sambutannya di depan peserta Rakernas Ikadin, Mangku Pastika mengatakan, saat ini kondisi keamanan Bali sudah semakin baik. Itu terjadi, lantaran setiap perilaku jahat di Bali, tidak hanya berhubungan dengan manusia saja, akan tetapi juga berhubungan langsung dengan Sang Pencipta. “Setiap kejahatan yang dilakukan di Bali, pasti akan terungkap. Jadi, jangan main-main dengan Bali. Karena kita punya yang namanya Taksu dan Karmapala,“ ujar Mangku Pastika.
Untuk itu, pihaknya minta agar aparat penegak hukum bertindak cepat menangani kasus pembobolan dana nasabah tersebut. Terlebih, saat ini sorotan mata publik tertuju kepada penegak hukum. ”Untuk itu citra penegak hukum harus diperbaiki. Dan kita yakin, kejahatan tersebut pasti terungkap,” tutup Pastika.
10 orang diamankan
Sementara itu, sejak mencuatnya kasus pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) sejumlah bank di Bali, Tim Gabungan Reskrim Polda Bali , Poltabes Denpasar, Cyber Crime dan Mabes Polri telah terjun ke lapangan untuk menyelidiki kasus yang kini hangat menjadi perbincangan publik.
Bahkan, Mabes Polri kini dikabarkan telah menangkap sepuluh orang yang diduga sebagai pelaku pembobolan. Dari sepuluh yang diamankan itu, satu pelakunya berinisial F telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengidentifikasi 14 lokasi ATM yang diduga digunakan pelaku sebagai pembobolan ATM. Kini polisi mengawasi ATM yang berlokasi di Suwung, Denpasar Selatan tersebut.
Sementara itu, korban yang melapor ke kantor paolisi telah kebobolan ATM kini jumlahnya mencapai 34 orang (nasabah). Jumlah ini diperkirakan bisa bertambah, mengingat belum semua nasabah yang ATM-nya dibobol melapor ke polisi. bob


Tidak ada komentar:
Posting Komentar