PATROLI POST

Kabar Terbaru dari Bali

Minggu, 25 Oktober 2009

Gelontor 20 Komputer untuk Koperasi dan LPD

Diskop-UKM Karangasem

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupaten Karangasem menggelontor bantuan berupa 20 set komputer kepada koperasi dan LPD.

AMLAPURA (Patroli Post) - Kabid LPD I Nengah Warki SH, Minggu (25/10) kemarin, mengatakan, program pemberian bantuan perangkat keras tersebut bertujuan untuk mendukung manajemen koperasi maupun LPD, disamping menciptakan iklim usaha kecil dan menengah yang kondusif. “Untuk menciptakan iklim usaha seperti itu (kondusif-red) perlu mendapat fasilitas pengembangan usaha perkoperasian dan lembaga perkreditan,” terangnya.
Sesuai SK Bupati Karangasem Nomor 390 tahun 2009, sebanyak 20 lembaga koperasi dan LPD memperoleh bantuan komputer. Koperasi yang memperoleh bantuan 10 komputer itu masing-masing KPN Werdi Guna Amlapura, Kembangsari Pempatan, Putri Lestari Singarata, Anugrah Sari Mertha Pertima, Sari Sedana Peringsari, Dharma Arta Mumbul bebandem, Karya Sedana Waringin Rendang, Wahyu Widia Sabha Subagan Amlapura, Kopwan Tirta Harum Kecicang Bebandem dan Kopwan Dewi Sri Padangkerta.
Sementara 10 lembaga LPD yang diberikan bantuan masing-masing LPD Padangkerta, Bebayu, Tianyar, Bungaya, Gumung, Tohjiwa, Putung, Pedukuhan Rendang, Susuan dan Asak.
Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Karangasem, Ir I Wayan Supandi mengatakan, sebagai wujud pelayanan terhadap pemberdayaan koperasi di Kabupaten Karangasem, Dinas Koperasi dan UKM Karangasem setiap tahun mengalokasikan bantuan bagi koperasi dan LPD yang ada di daerah itu.
Sesuai kebutuhan dan kondisi bentuk bantuan tahun ini diarahkan untuk menunjang peningkatan sarana dan prasarana manajemen (hard ware) komputer, yang menjadi peralatan vital dalam menunjang administrasi operasional. Tahun 2008 lalu, Dinas Koperasi dan UKM Karangasem mengalokasikan sebanyak 13 unit komputer serta 17 unit filling kabinet. Pemberian bantuan terhadap lembaga koperasi dan LPD tersebut diseleksi yang berpredikat sehat, sedangkan bagi yang kurang sehat atau bahkan sakit dilakukan terapi pembinaan lebih dahulu sehingga bisa berjalan normal.
Secara operasional Dinas Koperasi-UKM Kabupaten Karangasem berupaya terus mendorong tumbuhnya lembaga koperasi, agar mampu berperan menentukan karakter ekonomi masyarakat bercirikan koperasi sebagai lembaga yang paling cocok mewadahi aktifitas usaha rakyat.
Terlebih dengan diraihnya prestasi nasional berupa Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi yang diterima Bupati Karangasem I Wayan Geredeg SH tahun ini, memperkokoh komitmen dalam mendorong kekuatan koperasi sebagai soko guru perenomian rakyat.
Terhadap keberadaan LPD yang ada di tiap desa pakraman tidak dapat diabaikan perannya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat desa. Sesuai catatan keragaan LPD se Kabupaten Karangasem antara lain, di Kecamatan Manggis dengan 19 jumlah desa pakraman terdapat 19 LPD dengan 75 tenaga kerja dengan aset mencapai Rp24,9 miliar Sidemen dengan 19 desa pakraman memiliki 19 LPD menyerap 63 naker dengan aset Rp7,5 miliar, Rendang dengan 26 desa pakraman memiliki 24 LPD menyerap 90 naker dengan total aset Rp17,1 miliar, Selat dengan 26 desa pakraman memiliki 26 LPD menyerap 96 naker dengan aset Rp29 miliar.
Berikutnya, Karangasem dengan 22 desa pakraman memiliki 22 LPD menyerap 78 naker dengan total aset Rp16 miliar, Abang dengan 20 desa pakraman memiliki 20 LPD menyerap 57 naker dengan aset Rp220,2 juta, Kubu dengan 41 desa pakraman memiliki 35 LPD menyerap 131 naker dengan aset Rp9,2 miliar, Bebandem dengan 15 desa pakraman memiliki 15 LPD menyerap 71 naker dengan aset Rp129 miliar.
Dengan demikian, dari total 188 desa pakraman se-Kabupaten Karangasem memiliki 180 LPD dengan menyerap sebanyak 661 tenaga kerja dengan total aset berjumlah Rp129 miliar. hms

Kuningan Berdarah

SINGARAJA (Patroli Post) - Kekhusyukkan umat Hindu merayakan Hari Raya Kuningan, Sabtu (24/10) malam lalu, terganggu aksi bentrokan dua kelompok pemuda. Sejumlah pemuda dua dusun bertetangga, Dusun Sorga dan Dusun Carik Agung di Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt, terlibat konflik dengan saling serang.

Akibat kejadian itu,tiga orang mengalami luka serius.Tidak itu saja,sepanjang malam sempat terjadi ketegangan dan suasana sangat mencekam. Pasalnya, berhembus isu akan ada penyerangan dari warga Dusun Sorga ke Dusun Carik Agung. Tak pelak,sejumlah warga dari Dusun Carik Agung terlihat siaga diruas jalan dusun tersebut, sambil menghunus pedang dan menenteng berbagai senjata lainnya.
Mereka mengaku tetap siaga,karena trauma atas peristiwa beberapa waktu lalu yang menyebabkan beberapa rumah mereka dibakar.Nyaris dalam waktu bersamaan,di Dusun Pemaroan,Desa Petemon,Kecamatan Seririt, juga terjadi aksi saling pukul dilokasi pesta miras. Akibatnya, Ketut Yasa (35) mengalami luka serius pada pelipis kanannya.
Informasi yang berhasil di himpun menyebutkan,bentrokan itu berawal saat warga dari dua dusun itu sedang menikmati Hari Raya Kuningan di Pantai Lokapaksa di sore hari. Kemudian, Kadek Parsana, warga Dusun Carik Agung,yang sedang mengendarai sepeda motornya,tiba-tiba melakukan aksi standing sambil memainkan gasnya sehingga memekakan telinga.
Melihat aksi itu, Putu Suran Jaya (28) warga Dusun Sorga,lantas menegur Kadek Parsana.Tidak terima dengan teguran itu,kemudian terjadi perang mulut yang berkahir dengan saling tantang dan dilanjutkan saling baku pukul yang mengakibatkan Kadek Parsana mengalami luka memar di wajah.Sementara,Putu Suran Jaya,terluka pada bagian tangan dan sikunya.
Keributan kemudian meluas hingga ke perempatan Desa Lokapksa.Sejumlah massa terlihat terkonsentrasi ditempat itu.Sialnya, saat yang bersamaan dari arah selatan muncul Kadek Suarthana (24), dik kandung Putu Suran Jaya,mengendarai sepeda motor,bermaksud membeli bensin untuk motornya.Akibatnya, Kadek Suarthana menjadi sasaran pemukulan warga Dusun Carik Agung yang marah atas pemukulan yang di lakukan oleh Putu Suran Jaya terhadap Kadek Parsana.
Kadek Suarthana sempat menjadi bulan-bulanan sebelum akhirnya diselamatkan oleh anggota polisi dari Polsektif Seririt.Tak urung,Kadek Suarthana mengalami luka pada lengan kanannya akibat terkena hantaman balok kayu.Tidak itu saja,salah seorang anggota DPRD Buleleng,Gede Witama alias Bakor,warga Desa Lokapaksa,turut menjadi korban pemukulan,karena bermaksud melerai perkelahian itu agar tidak semakin meluas.
Sementara,ditempat berbeda dalam waktu yang bersamaan,di Dusun Pemaroan,Desa Petemon,Kecamatan Seririt,juga terjadi aksi perkelahian yang mengakibatkan Ketut Yasa,warga yang beralamat di Banjar Bajera Sari,Desa Bajera,Kecamatan Selemadeg, Tabanan, mengalami luka yang cukup serius pada pelipis kanannya.Menurut,keterangan Ketut Yasa,yang asal Dusun Pemaroan itu,ia mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan pemukulan terhadap dirinya.
Sumber koran ini menyebutkan,peristiwa penganiayaan terhadapa Ketut Yasa itu bermula saat ia melakukan pesta miras dengan beberapa temannya.Lantas terjadi salah paham yang belanjut terjadi saling pukul.Diduga pelaku pemukulan adalah teman minum Ketut Yasa,bernama Ketut Suastawa.Oleh Ketut Yasa kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Seririt.
Kaplosektif Seririt AKP Wayan Wetem,seizin Kaplores Buleleng AKBP Istiyono saat di konfirmasi koran ini Minggu (25/10) kemarin,membenarkan terjadinya dua peristiwa itu.Katanya,kejadian itu berawal dari kesalah pahaman biasa dan berbuntut perkelahian.”Benar,peristiwa itu memang berawal dari kesalah pahaman saja akibat ketersinggungan,sehingga terjadilah peristiwa itu,” kata Wetem.
Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi untuk kepentingan penyidikan.”Ya,sejumlah saksi sudah kita periksa,dan beberapa orang yang luka-luka sudah kita visum.Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari kedua peristiwa itu,”tandas Wetem. war

Kamis, 15 Oktober 2009

Alase Bali Kampanyekan Stop Pemiskinan Global

Alase Bali Kampanyekan Stop Pemiskinan Global

DENPASAR (Patroli Post) – Bertepatan dengan hari ketahanan pangan dan empat tahun kampanye anti pemiskinan global, Alasiansi LSM dan Elemen Masyarakat Sipil se-Bali (Alase Bali) menggelar kampanye untuk mendorong negara-negara di dunia merealiasikan kesepakatan deklarasi milineum yang butir-butirnya tertuang dalam Internasional Millenium Development Goals (MDGs).
Menurut Koorninator Alase Bali, I Nyoman Mardika, SS, kampanye ini bertujuan untuk memerangi kemiskinan dengan penguatan terhadap pangan dan merealisasikan kesetaraan gender. “Kedua hal itu yang menjadi faktor penyebab terjadinya kemiskinan,” ujarnya dalam jumpa wartawan di Forrest Club, Renon. Kamis (15/10) kemarin.
Lebih jauh Mardika menambahkan, didorongnya isu ketahanan pangan tak lepas dari wacana internasional yang sedang menjadi perhatian global. Dimana, lanjut Mardika, untuk negara-negara berkembang persoalan pangan mejadi isu sentral yang harus segera mendapat perhatian.
“Problem standarisasi regulasi internasional, melemahkan posisi negara dunia ketiga. Sehingga isu ini menjadi fokus perhatian global, terutama PBB,” tambahnya lagi.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan target serta capaian dari MDGs. Selain itu, mendorong negara-negara didunia untuk memerangi kemiskinan dengan mengutamakan kelompok-kelompok rentan dan miskin. “Dengan begitu kita harapkan tepat pada waktunya, yakni 2015 berdasarkan kesepakatan tersebut, kemiskinan hanya tinggal sejarah masa lampau saja,” harapnya.
Pada kesempatan itu juga hadir Pauline Long, pegiat kemanusiaan dari Negeri Kangguru yang aktif mendorong realisasi kesepakatan itu bersama jaringan internasionalnya, termasuk Indonesia melalui Alase Bali.
Pauline mengatakan, isu ketahanan pangan dipilih karena dalam interval waktu 25 tahun terakhir, suplai pangan di seluruh dunia mengalami penurunan drastis. “Sehingga ini membutuhkan fokus perhatian dari pemerintah. Karena situasinya memang sangat kritis. Apalagi, hal tiu terakumulasi dengan persoalan urbanisasi dan perubahan iklim, semakin sulit untuk diurai,” terangnya.
Menurut Pauline, situasi kritis itu sudah merambah Bali . Dimana persoalan urbanisasi dan perubahan iklim menyebabkan kualitas air makin menurun. “Kalau tidak mendapat perhatian serius bisa jadi bom sosial di masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan yang akan berlangsung mulai 16–10 Oktober ini akan dimeriahkan dengan pameran poster, pasar murah, pengobatan gratis, seni jalanan dan konser musik. Sedangkan diakhir acara akan ada aksi pembacaan petisi anti pemiskinan dan bangkit bersama yang akan dicatat dalam Guinness World Records yang dipusatkan dilapangan Puputan, Badung.
“Untuk itu kami berharap peran serta aktif seluruh masyarakat Bali dalam menyukseskan acara ini. Silahkan datang, tidak dipungut biaya. Yang terpenting, kegiatan ini untuk perbaikan nasib kita bersama,” tutup Mardika dan Pauline dengan kompak. bob

Shooting Julia Roberts Didemo Warga

Crew Film Sempat Panik

Suasana shooting atau pengambilan gambar perdana film berjudul ”Eat, Pray, Love” yang dibintangi artis Hollywood, Julia Roberts, didemo warga Desa Pakraman Bentuyung, Ubud, Kamis (15/10) kemarin.

GIANYAR (Patroli Post) - Akibat aksi tersebut, sejumlah crew film sempat dibuat panik, dan suasana tegang menyelimuti suasana pengambilan gambar tersebut, saat ratusan warga adat mendatangi crew film.
Demo itu berawal dari kekecewaan warga terhadap nilai kompensasi parkir yang menggunakan lahan adat setempat. Meksi demikian, dalam aksinya warga tidak bertindak anarkis.
Warga hanya mempertanyakan jadwal pelaksanaan shooting yang sama sekali tidak diketahui oleh warga maupun pengurus adat setempat. Warga juga mempertanyakan nilai kompensasi parkir serta pemanfaatan lahan milik adat lainnya yang dinilai tidak proporsioanal.
Warga membandingkan dengan pemanfaatan lahan pribadi yang disewa crew film itu, dengan nilai yang berlipat. Akibatnya, tidak tanggung-tanggung pada kesempatan itu warga menuntut kompensasi sebesar Rp 300 juta, selama pelaksanaan shooting hingga awal bulan November mendatang.
”Warga kami hanya mempertanyakan perihal kompensasi parkir yang nilainya sangat rendah. Sejauh ini, permintaan kami katanya akan dipertimbangkan,” jelas Nyoman Kalpin, Bendesa Pekraman Bentuyung.
Sementara itu untuk menghindari hal–hal yang tidak diinginkan, radius 500 meter dari lokasi shooting ditutup untuk umum. Jajaran Muspida Gianyar pun turut turun tangan.
Bupati Gianyar, Tjokorda Oka AA Sukawati juga tampak di lokasi shooting dan langsung berbaur dengan warga. Orang nomor satu di jajaran eksekutif Pemkab Gianyar ini meminta warga tenang.
Bupati juga berjanji akan memfasilitasi keluhan warga itu kepada pihak crew film, dan sekaligus akan melaksanakan sosialisasi. “Saya sangat menyayangkan hal ini sampai terjadi (aksi demo-red). Secara tidak langsung, situasi ini akan mencoreng citra pariwisata Ubud khususnya dan Bali pada umumnya,” ujaranya.
Pada kesempatan itu Bupati Cok Ace yang juga Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali meminta pengertian warga agar mendukung suksesnya pelaksanaan shooting fil tersebut.
Pelaksanaan shooting film tersebut, dikatakan Cok Ace, tidak semata-mata untuk kepentingan pihak tertentu saja. Namun juga sangat bermanfaat bagi kepentingan pariwisata Ubud dan Bali secara umum.
Untuk memastikan pelaksanaan shooting film tersebut tetap kondusif, jajaran kepolisian menurunkan 130 personel yang disebar di berbagai tempat. ”Untuk tataran ring satu, sudah kita tempatkan pengawalan tertutup di sekitar lokasi shooting,” terang Kapolres Gianyar AKBP Nyoman Astawa.
Sementara itu Claire Raskind, salah satu anggota Crew Film hanya memberikan keterangan pers perihal shooting perdana film tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, film yang dibintangi artis Hollywood itu mengisahkan tentang petualangan seorang wanita Amerika Serikat, Liz Gilbert yang diperankan artis Julia Roberts. Petualangan itu terkait upaya pencarian ketenangan batin sekaligus mencari jati diri pasca perceraiannya dengan sang suami. Dalam petualangannya di Pulau Dewata itulah, akhirnya Liz menemukan ketenangan hidupnya.
Film yang disutradarai Ryan Murphy ini juga dibintangi aktor peraih oscar Javier Bardem dan Billy Crudup. Rencananya film akan dirilis tahun 2011 mendatangt. asn